Salatiga Carnival Center

Salatiga Carnival Center
Sebuah event akbar tahunan WORLD CULTURE FASHION CARNIVAL..

Profil Saya

Foto saya
Salatiga, Jawa Tengah, Indonesia
I was born in Solo, December 25, 1987 from the father of Drs. Luke Suroso and Mrs. Sri Puji Lestari Hantokyudhaningsih. I grew up in a city full of culture that is the city of Solo. as the descendants of the solos even have blood from a stranger. I was born like a tiny man, weighing> 4 kg. the second child of three brothers that I tried to be a pioneer and a child who was always proud of my extended family. trained hard in terms of education and given the religious sciences until thick. I am standing upright in my life the 19th to voice the aspirations of the marginalized of LGBT in the city of Salatiga. as a new city that will be a starting point toward change and transformation that this country is a country truly democratic. soul, body and all of my life will always fight for rights of the marginalized is to get our citizen rights. Ladyboys no rights, no gay rights, no rights of lesbian, but there's only citizen rights regardless of sexual orientation and gender.

11 Oktober 2009

Pria Gemuk, Testosteron Turun



Saat berbicara mengenai seks, maka tidak bisa dipisahkan dari kadar testosteron kaum Adam. Testosteron mempengaruhi seluruh tubuh pria. Termasuk juga organ yang memerintahkan seluruh gerak pria, yaitu otak.

Konon, pria lebih suka melakukan seks langsung tepat sasaran. Sehingga biasanya mereka tidak membutuhkan foreplay yang lama.

Mayoritas pria lebih suka langsung melakukan penetrasi daripada merangsang pasangannya dengan foreplay. Dan, hormon testosteron memegang peranan besar di sini.

Pria lebih agresif ketika bergumul karena hormon testosteron yang jumlahnya sepuluh kali lebih banyak dari wanita. Hormon ini dapat mengendalikan hasrat seks serta energi pria untuk melakukan penetrasi berulang kali.

Namun, hormon testosteron pria dapat mengalami penurunan saat usianya semakin bertambah. Tak hanya itu saja, bila Anda termasuk pria dengan bobot tubuh berlebih atau mengalami obesitas, penurunan testosteron dalam tubuh Anda pun akan semakin cepat.

Berdasarkan penelitian dari New England Research Insititute, Amerika Serikat menyarankan pria untuk waspada jika mengalami penambahan indeks massa tubuh (IMT) sebesar 4 sampai 5 poin dari angka normal. Sebab, dapat mengakibatkan penurunan kadar testosteron dalam tubuh.

Besarnya penurunan kadar testosteron yang dialami pria dengan bobot tubuh berlebih sama halnya dengan penurunan yang terjadi saat usia pria bertambah 10 tahun. Bila terus dibiarkan, akan berimbas pada gairah seksual. Tidak adanya hasrat untuk bercinta, akan menyebabkan kehidupan seksual Anda dan pasangan bermasalah.

Nah, jika ingin selalu perkasa di ranjang, maka hanya ada dua solusi yaitu Anda harus rajin berolahraga dan menjalankan pola hidup sehat.

Tidak ada komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini