Salatiga Carnival Center

Salatiga Carnival Center
Sebuah event akbar tahunan WORLD CULTURE FASHION CARNIVAL..

Profil Saya

Foto saya
Salatiga, Jawa Tengah, Indonesia
I was born in Solo, December 25, 1987 from the father of Drs. Luke Suroso and Mrs. Sri Puji Lestari Hantokyudhaningsih. I grew up in a city full of culture that is the city of Solo. as the descendants of the solos even have blood from a stranger. I was born like a tiny man, weighing> 4 kg. the second child of three brothers that I tried to be a pioneer and a child who was always proud of my extended family. trained hard in terms of education and given the religious sciences until thick. I am standing upright in my life the 19th to voice the aspirations of the marginalized of LGBT in the city of Salatiga. as a new city that will be a starting point toward change and transformation that this country is a country truly democratic. soul, body and all of my life will always fight for rights of the marginalized is to get our citizen rights. Ladyboys no rights, no gay rights, no rights of lesbian, but there's only citizen rights regardless of sexual orientation and gender.

31 Januari 2010

Saat Dia Minta Oral Seks…




Sekalipun banyak perempuan menganggap oral seks sebagai hal yang tabu, tetapi mungkin beberapa orang di antaranya pernah melakukan atau setidaknya berfantasi tentang aktivitas tersebut. Sebenarnya mengapa sebagian besar perempuan merasa jengah dengan oral seks? Dan mengapa sebagian besar lelaki menyukainya?

Apa itu Oral Seks?
Oral seks atau hubungan seks oral bisa diartikan sebagai aktivitas seks yang menggunakan oral; bibir, rongga mulut dan lidah, sebagai stimulasi seks pada alat kelamin. Oral seks bisa dilakukan dari laki-laki kepada perempuan atau sebaliknya.

Ketakutan Umum
Mengapa respons pertama kaum perempuan akan oral seks adalah penolakan? Jawabannya karena mereka takut. Ketakutan itu didasari beberapa hal :

1. Tidak nyaman pada bentuk tubuh. Perempuan takut bentuk tubuhnya tidak seperti yang diinginkan pasangannya, sehingga takut mengecewakan pasangan.
2. Bau. Mereka takut tubuh mereka mengeluarkan aroma yang tidak sedap sehingga membuat pasangan tidak nyaman dan kemudian tidak menyukainya.
3. Rapuh. Perempuan yang melakukan oral seks otomatis harus memiliki kepercayaan besar pada pasangannya. Dan terkadang, kepercayaan besar ini dapat membuat seseorang menjadi rapuh.
4. Didikan yang didapat ketika kecil bahwa alat kelamin itu kotor. Akibatnya kita berpikir bahwa oral seks itu menjijikan dan jorok.

Oral Seks dan Lelaki
Pernah terpikir mengapa permintaan oral seks ini umumnya datang dari lelaki Sebenarnya, belum ada keterangan jelas yang menyebutkan lelaki lebih menyukai oral seks dibandingkan perempuan. Namun orang yang menyukai oral seks mengatakan oral seks mencerminkan kepercayaan pada pasangan, penerimaan dari pasangan, dan Anda mendapatkan seluruh perhatian pasangan Anda. Belum lagi anggapan masyarakat yang menabukan oral seks, sehingga memberikan sensasi yang mendebarkan.

Ketika Anda mengizinkan pasangan menyentuh Anda di daerah pribadi, otomatis Anda mempercayainya, dan memasrahkan diri Anda padanya. Mengingat sifat dasar lelaki yang ingin memegang kendali, Anda bisa memahami mengapa mereka menyukai oral seks ini. Begitu juga ketika ia meminta Anda melakukan oral seks padanya. Kenikmatan yang mereka alami bahwa perhatian Anda secara total tercurah untuk memuaskannya merupakan sensasi yang tiada tara bagi lelaki.

Oral Seks Penting dalam Hubungan?
Bagi Anda yang sudah memiliki pasangan, sering kali Anda atau pasangan menginginkan variasi dalam hubungan intim. Dan mungkin beberapa dari Anda mendapati bahwa pasangan menghendaki oral seks. Tidak masalah jika Anda tidak keberatan melakukannya. Namun yang harus Anda ingat, oral seks bukan syarat atau keharusan dalam hubungan intim. Setiap pasangan pasti memiliki cara masing-masing dalam mengekspresikan rasa cinta mereka. Oral seks hanya satu dari variasi gaya bercinta yang bisa Anda dan pasangan lakukan.

Haruskah Melakukan Oral Seks?
Membuka cakrawala baru dalam dunia seks memang tidak salah. Namun jika Anda tidak menginginkan melakukannya, ada baiknya Anda mengkomunikasikan kepada pasangan. Diskusikan apa yang menjadi masalah Anda dalam oral seks. Jangan lakukan jika Anda tidak ingin atau karena terpaksa. Keengganan Anda akan tercermin dalam perilaku Anda padanya, dan akibatnya salah satu dari Anda akan merasa ditolak dan kepercayaan justru hilang.

Selain membicarakannya secara langsung, cara menolak oral seks tanpa membuat pasangan Anda kecewa atau ditolak adalah mengalihkan perhatiannya dengan memberikan ia kepuasan yang sama dengan cara lain yang bisa dinikmati bersama. (*an/ham)

Sulit Orgasme Bukan Pria Tak Pintar



Kesulitan untuk mencapai orgasme yang dialami perempuan, tak semata-mata disebabkan oleh pasangan yang tak pintar. Bisa jadi hal ini ini bersumber dari diri perempuan itu sendiri.

Untuk memastikannya, cobalah jujur terhadap diri sendiri saat membaca check list berikut ini:

Pasrah pada pasangan

Menurut pakar seks yang menulis You Can Be Your Own Sex Therapist, Carole Altman, Ph.D, pencapaian orgasme tidak hanya ditentukan oleh aktivitas pasangan, namun juga Anda. Lelaki memang lebih sering ingin melakukan intercourse, namun perempuan setidaknya memerlukan 20 menit foreplay sebelum melakukan persetubuhan.

Solusi: Jangan takut mengatakan pada pasangan bahwa Anda perlu mempersiapkan diri untuk melakukan hubungan intim, dan Anda butuh rangsangan lebih lama untuk menaikan gairah.

Pikiran tidak terfokus

Keinginan untuk tampil sempurna adalah salah satu kesalahan yang justru membuat perempuan tidak mencapai kenikmatan saat bercinta. Sexolog Gloria G Brame, Ph.D mengatakan bahwa otak adalah bagian vital untuk merasakan sensasi bercinta dan melepaskan zat yang memicu rasa puas.

Pikiran-pikiran yang bukan hal utama, seperti; “Apakah posisi ini membuat saya lebih ramping?” atau “Apakah dia menyadari selulit di paha?” Membuat pikiran perempuan teralihkan dan menurunkan kenikmatan aktivitas seksual.

Solusi : Tunda dulu segala pikiran yang tidak berhubungan dengan aktivitas seks. Berkonsentrasilah pada aktvitas yang sedang dilakukan, termasuk reaksi tubuh. Anda juga bisa lakukan pernafasan yoga, yaitu menyamakan irama pernafasan dengan pasangan. (*cq/ham)

Desahan Erotis, Bikin Pria Tangguh di Ranjang



Jika selama ini Anda hanya menikmati ajang pergumulan tanpa ekspresi suara yang menggoda, maka kini saatnya meluapkannya dengan desahan dan erangan erotis. Apa pasal?

Mengekspresikan aksinya di ranjang menjadikan pria bak seorang pejantan tangguh. Desahan mesra, teriakan, atau ekspresi wajah ketika mencapai puncak kenikmatan (orgasme), bisa membuat pasangan merasa dirinya telah berhasil memuaskan birahi Anda.

Tak hanya ekspresi suara saja, pria juga merasa jadi super hero di ranjang, saat pasangannya merasa pasrah dengan aksi “pertempuran”.

Seperti dilansir The Sun, saat wanita bersikap menyerah diri ternyata memiliki nilai tersendiri di mata pria. Ketika Anda melakukannya, pasangan berpikir ajang bercinta sudah memuaskan Anda.

Merelakan tubuh untuk disentuh, dicumbu, atau dijelajahi dengan cara apapun oleh pasangan, akan membuat si dia merasa Anda sangat menyukai diperlakukan seperti itu. Apalagi, jika sesekali Anda membalas aksi panas si dia dengan cara yang lebih “nakal”.

Dengan cara ini, dapat dipastikan Anda berdua bisa meraih orgasme secara bergantian.

Tak percaya? Silakan buktikan! (*dccr/ham)

Bermain di Area Sensitif Pria




Bukan hanya wanita yang memiliki banyak organ sensitif yang bila disentuh akan menimbulkan getaran hebat. Pria pun memiliki titik rangsang luar biasa. Nah, sekaranglah saatnya menyentuh titik sensitif pria yang biasanya terabaikan.

Konon, pria juga memiliki area sensitif yang ketika disentuh dapat membangkitkan birahinya. Letak perbedaannya adalah hanya pada kekuatan menahan hasrat. Umumnya, bila Mr P pria sudah mulai gusar, dengan sendirinya keinginan untuk penetrasi muncul.

Untuk membuat ajang penetrasi semakin bergelora, tak ada salahnya bermain di area sensitif pria seperti yang dikutip dari Cosmopolitan berikut:

Bibir
Semua pria tak kuasa bila dikecup dengan hasrat membara oleh wanita. Jika Anda tipikal wanita lemah lembut dalam bercumbu, saatnya untuk mengubah diri untuk lebih ganas di ranjang.

Ciumlah bibir pasangan Anda dengan mesra, lalu lumat serta hisap bibirnya lebih intim lagi. Sesekali bisa Anda selingi dengan gigitan gemas.

Bila ingin melambungkan hasrat pasangan, Anda bisa menghentikan ciuman sementara waktu, lalu menatap matanya dengan tajam. Taruh telunjuk jari Anda di bibirnya. Dijamin, dia akan semakin panas dan tak sabar melanjutkan ke sesi berikutnya.

Kepala Mr P
Bagian vital ini memegang peranan penting bagi kaum Adam. Sepanjang foreplay, Anda bisa berusaha untuk mengelus lembut bagian kepala Mr P. Konon, sentuhan di bagian kepala Mr P dapat membuat pria bergetar hebat. Selain itu, sensasi sensual dari perlakuan Anda bisa membuat pria merasa nyaman.

Buah zakar
Umumnya pria merasa percaya diri ketika pasangannya memegang buah zakarnya. Saat Anda menjelajahinya, dijamin pasangan akan segera melancarkan Mr P-nya pada Miss V Anda!

Anda mau mulai menjelajahi area yang mana? (*dccr/ham)

Lima Kekeliruan Pria Mengenai Seks Wanita

Sebagai seorang pria, Anda mungkin berpikir bahwa sudah tahu banyak hal mengenai bercinta dengan pasangan Anda? Jangan salah, ensiklopedi yang ada di kepala Anda banyak sekali mengandung kesalahan yang mungkin tidak Anda ketahui, dan bisa berakibat besar dalam hubungan Anda.

Mari kita review, pengalaman Anda kemungkinan besar banyak dipengaruhi oleh film yang Anda tonton, berbagai issue dan mitos yang Anda dengar. Memang pengalaman akan sangat membantu, tapi tidak semua pengalaman dapat Anda terapkan begitu saja.

Tristan Taormino dan Lou Paget, dua orang ahli seksualitas, membantu kita mengenal lebih dalam mengenai berbagai kesalahan dan salah persepsi yang mungkin Anda miliki, yang akan kita bahas di bawah ini.

Kesalahan nomor 1: Dia Tahu apa yang Dia Mau
Pengalaman dengan wanita lain, seringkali menjadi dasar untuk semua hubungan seksual Anda. Ingat: tidak ada wanita yang sama! “Semakin Anda matang, Anda akan menerima banyak informasi, dan informasi ini mendasari pemikiran Anda. Tidak selalu apa yang terjadi pada wanita A akan dapat Anda ulang pada wanita B.

Hal ini tidak hanya berlaku untuk seksualitas, tapi juga untuk hubungan romansa juga. Sebaiknya Anda membahas dengan pasangan secara terbuka, pilihan dan keinginan, dan hal yang lebih baik dihindari, sehingga Anda dapat memberikan dan menerima yang terbaik dari pasangan Anda.

Kesalahan nomor 2: Kenikmatan Seks Sama Baik pada Wanita dan Pria
Kenikmatan antara Pria dan Wanita dalam urusan seks, sangat berbeda.

Pada saat penetrasi, sensasi yang dirasakan pria sangat berbeda dengan wanita. Banyak pria, karena sensasi yang luar biasa, menganggap bahwa sensasi yang dialami oleh wanita sama saja. “Jauh sekali berbeda,” kata Paget.

Bagian dalam alat kelamin wanita seringkali tidak memiliki sensitifias bagian luar alat kelamin. Perlu diingat juga, bahwa penetrasi yang dalam tidak selalu menyenangkan bagi wanita. “Penetrasi yang terlalu dalam, akan menyebabkan wanita merasa seperti ditonjok di bagian perut, dan membuat pusing dan mual” kata Paget.

Maka, supaya Anda bisa mencapai kenikmatan berdua, sudah saatnya Anda mendiskusikan hal ini secara terbuka antarpasangan. Tanyakan kepada dia apa dan bagimana dia ingin Anda perlakukan.

Kesalahan nomor 3: Anda Sudah Tahu Anatomi Wanita
Seringkali Anda merasa bahwa tahu di mana ini dan di mana itu. Baik, tapi tahu bukan berarti mengerti bukan?

Lebih dari 30 tahun lalu, baru disebarkan pengetahuan mengenai orgasme klitoris yang ternyata memiliki peranan penting bagi seksualitas seorang wanita. Tapi kepercayaan bahwa wanita harus bisa mencapai orgasme melalui penetrasi masih tetap beredar.

“Sampai sekarang,” kata Taormino, “Saya masih menerima banyak sekali surat yang isinya mengeluhkan bahwa istri pasien tidak dapat mengalami orgasme kecuali mengalami perangsangan klitoris, saja jawab balik, ‘Memang salah?’”

Pria sering salah mengira betapa sensitif bagian tersebut dan bagaimana cara terbaik untuk menyentuh bagian ini. Terkadang sentuhan bisa membuat seorang wanita merasa terbang, tapi terkadang, malah sakit, atau tidak terasa sama sekali bagi wanita lain. Jadi bagaimana caranya? Tanya!

Kesalahan nomor 4: Basah = Terangsang
Terkadang pria berhenti jika pasangannya tidak lagi cukup basah untuk menerima penetrasi. Jangan kuatir! “Hal ini tampaknya terjadi karena mitos jika wanita terangsang, maka pasti basah,” kata Taormino

Memang beberapa wanita cenderung basah, dan tergantung sekali memang, jumlah carian alami yang dimiliki seorang wanita dapat berubah. Setiap hari, tergantung dari fase menstruasi yang dialami, dan berbagai pengaruh luar seperti stress dan obat-obatan, dapat mempengaruhi jumlah cairan yang dikeluarkan oleh wanita.

Sekali lagi, sudah saatnya Anda mengkomunikasikan, apakah pasangan Anda siap, atau apakah memang dia membutuhkan pemanasan lebih lama lagi.

Kesalahan nomor 5: Diam itu Emas
Banyak pria berpikir bahwa sebaiknya mereka diam selama berhubungan, ketahuilah, Anda tidak akan mendapat apa yang Anda mau kecuali Anda mengatakan secara terbuka. Jika Anda mau berkomentar dan memberi arahan dengan baik, tentunya pasangan Anda akan semakin berani dan mau memberikan yang terbaik kepada Anda.

Memang bukan kemudian Anda menarik badan atau mengarahkan anggota badan pasangan Anda dengan kasar, coba ungkapkan “Saya suka sekali kamu lakukan ini dan itu,” kata Taormino. “Percakapan seperti ini tentunya akan sangat berguna bukan?”

Jika Anda perhatikan lebih dalam, mulai kesalahan nomor satu sampai ke lima, semuanya dapat diatasi dengan satu cara: Komunikasi. Buka hubungan komunikasi yang lebih dalam dan lebih terbuka antara Anda dan pasangan , sehingga semua kesalahan seperti ini dapat Anda atasi dengan baik. (*dccr/ham)

10 Perampas Kekuatan Seks Pria




Kemampuan seksual pria identik dengan ereksi. Begitu pentingnya kemampuan ini, sehingga banyak hal harus dijaga dan diperhatikan oleh para pria.

Berikut ini beberapa hal yang dapat memengaruhi kemunduran seksual pria, menurut Prof Dr Djoko Rahardjo, Sp.BU, dari Sub-bagian Urologi, Bagian Bedah Fakultas Kedokteran UI/RSCM:

1. Usia. Pria usia lanjut biasanya mengalami keadaan yang disebut andropause. Ini adalah masa di mana produksi testosteron berkurang.

2.Diabetes. Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah dan merusak saraf, termasuk pembuluh darah ke daerah reproduksi. Inilah yang menyebabkan terjadinya gangguan fungsi ereksi.

3. Hipertensi. Tekanan darah tinggi menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi kaku, sehingga lama kelamaan lumen pembuluh akan menyempit. Kejadian ini tidak hanya di bagian pembuluh jantung atau otak, melainkan juga di bagian genital. Akibatnya, aliran darah ke genital berkurang. Gangguan ereksi pun sangat mungkin terjadi.

4. Kadar kolesterol tinggi. Kolesterol yang terus-menerus tertimbun dalam pembuluh darah menyebabkan mengerasnya dan menyempitnya pembuluh darah. Penyempitan pada penis menyebabkan terjadinya kesulitan ereksi.

5. Gangguan saraf. Parkinson, kencing manis, stroke, dapat menyebabkan menurunnya fungsi saraf. Akibatnya, aktivitas neurotransmitter berkurang dan menurunkan rangsang saraf. Terjadilah gangguan ereksi.

6. Trauma. Trauma yang langsung mengenai daerah kemaluan akan merusak korpus kavernosum, saraf, dan pembuluh darah yang akhirnya menyebabkan gangguan ereksi.

7. Faktor psikis. Stres entah karena fisik atau psikis mampu melelahkan mental dan menghambat kerja neurotransmitter, sehingga tidak terjadi rileksasi otot polos. Akibatnya, ereksi terganggu.

8. Penyakit infeksi. Infeksi kronis seperti TBC, HIV, hepatitis mengakibatkan kemunduran kerja neurotransmitter dan penurunan kadar estrogen yang kemudian menimbulkan turunnya libido.

9. Obat-obatan. Obat perangsang, narkotika, dan beberapa obat penurun tekanan darah dapat mengganggu kemampuan ereksi.

10. Merokok. Selain dapat memicu kanker paru, juga menyempitkan pembuluh darah. (*dccr/ham)

Suara Agama Pada HIV dan AIDS

Seorang istri yang “sholehah”
berhubungan seks dengan suaminya HIV positif tanpa menggunakan kondom memiliki
resiko lebih tinggi tertular HIV daripada seorang “pelacur” yang berhubungan
seks menggunakan kondom dengan pelanggannya.



Itulah
salah satu pernyataan yang disampaikan oleh Ahmad Zainul Hamdi sebagai salah
satu narasumber dalam seminar sehari
Peran Tokoh Agama Dalam Penanggulangan HIV/AIDS, “AIDS dan Agama, Penularan HIV
Melalui Transmisi Seksual: Realita, Stigma, dan Apa yang Bisa Dilakukan oleh
Agama?”.
Acara dilaksanakan 27 Januari 2010 di Departemen Agama, ruang Operation
Room,jl Lapangan
Banteng Barat Jakarta Pusat.
Seminar ini dilaksanakan atas kerjsama UNAIDS dengan Depag RI.



Acara
ini memiliki dua sesi, yang pertama menghadirkan narasumber Dede Utomo (Gaya
Nusantara) dan Kemal (Komisi Nasional Penanggulangan AIDS Nasional) dengan
moderator Slamet dari Yogyakarta. Sesi pertama membahas soal HIV
dan AIDS: Antara Fakta dan Stigma.
Mendiskusikan tentang fakta medis HIV dan AIDS, data-data statistik tentang
jumlah ODHIV dengan berbagai klasifikasinya, cara-cara penularannya, dan
berbagai upaya penanggulangan (kesuksesan dan kendalanya).



Sesi
selanjutnya yang dimulai setelah makan siang, dengan tema HIV
dan AIDS, Seksualitas, dan Agama. Pada
sesi ini akan mendiskusikan tentang peran agama dalam
menanggulangi epidemi HIV dan AIDS di satu sisi dengan batas-batas konvensional
ajaran agama tentang seksualitas yang cenderung menolak orientasi dan perilaku
seksual di luar heteroseksual. Selain
Ahmad Zainul Hamdi juga
menghadirkan narasumber K.H. Husein Muhammad
(Fahmina Instute/Komisioner Komnas Perempuan), Prof. DR.
Syafiq Mughni
(cendekiawan dari Muhammadiyah) dan Ester Mariani Ga (Pendeta perempuan/PGI) .



Dalam
sesi kedua bagaimana tokoh agama dapat bertanggungjawab atas penanggulangan HIV
dan AIDS kepada umatnya. Pendekatan moralitas tidak serta merta dapat
meyelesaikan persoalanya HIV dan AIDS. Misalnya bagaimana cara pandang
tokoh agama terhadap pekerja sex dan kelompok homoseksual. Stigma bahwa
homoseksual sebagai kelompok pendosa masih saja terus terjadi dilakukan oleh
tokoh agama.



Seperti
apa yang diutarakan oleh beberapa peserta yang hadir yang masih seputar
menghentikan segala bentuk perzinahan termasuk homoseksual. Kemudian ada
beberapa pertanyaan dari peserta yang menekankan bahwa masih ada persoalan
informasi yang tidak benar tentang HIV dan AIDS. Bahwa yang menjadi penyebab
penularan adalah persoalan prilaku yang tidak aman, bukan pada orientasi
seksual ataupun persoalan pekerja sex ataupun identitas lainnya.



Pengalaman
dari Syafiq Mughni yang mengembangkan program pendidikan seksualitas
kepada para tokoh agama baik dari NU maupun Muhammadiyah di Jawa Timur. sangat
menarik. Program ini telah melatih 115 orang dari 15 daerah yang memiliki
prevelensi yang tinggi di Jatim. Kemudian masing-masing peserta membangun
jaringan multisekholder, yang dinamakan dengan jaringan penanggulangan HIV dan
AIDS. Yang anggotanya misalnya dari MUI, KPA, NU dan Muhammadiyah.



Kemudian
juga mengembangkan kurikulum bagi SMP / MTs Muhammadiyah diseluruh wilayah Jawa
Timur, yang dinamakan dengan Life Skill Education. Program ini
diitegrasikan dengan study Al Islam, Ilmu Pengetahuan Sosial dan
Penjas. Guru-guru akan mendapatkan buku panduan dan kapasitas soal
informasi HIV dan AIDS. Diharapkan guru-guru :tersebut akan mengembangkan
informasi kepada para murid-muridnya. Program pendekatannya melalui
lembaga pendidikan dengan kelompok remaja (SMP) yang menjadi subjek program.



Kyai
Husein Muhammad meyorotin jika ingin menghentikan virusnya dengan cara
meyayangi orangnya. Dalam hal ini agama harus dipahami sebagai agama yang
sengaja diturunan oleh Tuhan untuk manusia dengan visi kemanusiaan (rahmatan
lil al alamin). Kasih sayang berlaku kepada semua orang terlepas dari latar
belakang sosial, budaya, agama, jenis kelamin, kaya, miskin, etnis maupun
orientasi seksual dan identitas gender. Al Quran memberikan garis-garis besar
dan prinsip-prinsip perlindungan dalam 5 dimensi,yaitu :

Keyakinan untuk
meyakini sesuatu

Jiwa

Akal pikiran

Keturunan/kehormata n
pribadi

Hak milik



Lima
pokok itu merupakan dasar-dasar dari hak asasi manusia. Bahwa persoalan HIV dan
AIDS sesungguhnya tidak semata-mata disebabkan oleh hal-hal yang bersifat
moral menurut banyak orang. Tetapi persoalanya lebih komplek, karena
virus ini dapat meyerang pada siapa saja tanpa melihat latar belakangnya.
Masyarakat seharusnya digugah untuk tetap menghargai dan empati terhadap ODHA.
Karena ODHA juga memiliki hak atas jaminan kesehatan, hak hidup, hak diberi
perhatian, hak bekerja dan hak dinyatakan sebagai manusia.



Pendeta
Ester meyampaikan soal hubungan AIDS, seksualitas dan Agama. Bagaimana selama
ini agama sangat hitam putih melihat persoalan HIV dan AIDS. Antara moral dan
tidak bermoral. Padahal persoalan AIDS ada persoalan ketidakadilan gender baik
hubungan antara laki-laki dengan perempuan. Maupun hubungan antara kelompok
heteroseksual dengan homoseksual. Kelompok marginal dalam hal pekerja sex dan
homoseksual akan dicap sebagai kelompok tidak bermoral. Hal ini yang semakin
memberikan akses yang lemah kepada kelompok ini terhadap kesehatan.
Pendeta Ester juga meyampaikan bahwa agama khususnya Kristen selama ini
berwajah partriaki, yaitu menggunakan kepentingan laki-laki dalam persoalan
seksualitas. Misalnya soal hubungan seksual suami istri yang semuanya
ditujukan pada kebutuhan laki-laki. Ada anggapan bahwa istri harus siap dan
dilarang menolak hubungan seksualitas atas permintaan suami. Karena nantinya
akan dilaknat oleh Tuhan dan suaminya. Cara pandang seperti inilah yang semakin
membuat perempuan sangat rawan terhadap penularan HIV dan AIDS. Padahal
partriaki bukan hanya terjadi di agama kristen saja, tetapi juga agama yang lainnya.



Ahmad
Zainul kemudian menekankan kembali bahwa persoalan HIV dan AIDS kalau dilihat
dari sisi teologi bencana, selalu dikategorikan menjadi dua; cobaan dan
siksaan/kutukan. Jika yang terkena HIV dan AIDS adalah seorang Kyai, ulama,
atau orang yang dianggap baik-baik maka akan dikatakan sebagai cobaan.
Tetapi apabila itu terkena oleh pekerja sex ataupun kelompok homoseksual
maka akan langsung dikategorikan sebagai siksaan ataupun kutukan dari
Tuhan. Cara-cara berpikir seperti ini sangat meyesatkan sekali. Sehingga
semakin menimbulkan stigma dan diskriminasi bagi kelompok marginal. Sudah
saatnya unutk berani mendobrak cara berpikir yang salah kaprah dalam melihat
persoalan HIV dan AIDS. Sehingga peran agama nantinya dapat menjadi lebih
efektif dalam upaya pencegahan HIV dan AIDS di Indonesia khususnya. Tidak
berkutat pada dosa dan pahala saja. (Toyo/OV)



http://www.ourvoice .or.id/index. php?option= com_content& view=article& id=93:suara- agama-pada- hiv-dan-aids& catid=37: liputan&Itemid= 81

Salam

Hartoyo
Sekum Ourvoice
Jl. Mampang Prapatan XV Gg.HR RT 12/RW 05 Jakarta Selatan
Telp : 021-92138925
http://ourvoice. or.id
http://forum. ourvoice. or.id
Ada kesalahan di dalam gadget ini