Salatiga Carnival Center

Salatiga Carnival Center
Sebuah event akbar tahunan WORLD CULTURE FASHION CARNIVAL..

Profil Saya

Foto saya
Salatiga, Jawa Tengah, Indonesia
I was born in Solo, December 25, 1987 from the father of Drs. Luke Suroso and Mrs. Sri Puji Lestari Hantokyudhaningsih. I grew up in a city full of culture that is the city of Solo. as the descendants of the solos even have blood from a stranger. I was born like a tiny man, weighing> 4 kg. the second child of three brothers that I tried to be a pioneer and a child who was always proud of my extended family. trained hard in terms of education and given the religious sciences until thick. I am standing upright in my life the 19th to voice the aspirations of the marginalized of LGBT in the city of Salatiga. as a new city that will be a starting point toward change and transformation that this country is a country truly democratic. soul, body and all of my life will always fight for rights of the marginalized is to get our citizen rights. Ladyboys no rights, no gay rights, no rights of lesbian, but there's only citizen rights regardless of sexual orientation and gender.

29 Agustus 2009

Sensasi Bercinta Kaum Gay




ANDRE, 32 TAHUN
Seks bumbu utama
Kaum homoseksual di Indonesia umumnya belum berpikir untuk menikah sejenis.Yang penting, happy bercinta dan tak terusik. Ada yang tobat, banyak pula yang maju terus. Beberapa gay dan lesbian bicara blak-blakan.

Bagi lelaki bertampang Oriental ini, pacaran berarti eksplorasi seks. Kasih sayang juga mesti diekspresikan dengan seks. Itulah sebabnya, ia bersama pasangan gay-nya menggeber aktivitas seksual. Dua kali sehari, tujuh kali sepekan. Tanpa absen. Ruaarr biasa! "Gue sangat menikmati hidup ini," katanya ketika berbincang dengan GATRA di foodcourt Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa lalu.

Andre, nama samaran, mengaku selalu berperan sebagai lekong alias laki-laki. Ia tak pernah mau berganti peran sebagai pewong atawa perempuan. Ia pun ogah "menafkahi" pasangannya, sebagaimana lazimnya lekong. Malah, ia melulu disantuni pasangannya. Maklum, Andre belum punya pekerjaan tetap, sedangkan sang pacar, sebut saja Ruli, karyawan bank. Pasangan ini tinggal di rumah kontrakan di Pluit, Jakarta Utara. "Kalo pewong gue mau sama gue, ya, begitulah risikonya. Ternyata, ia sayang banget sama gue," kata Andre, sumringah. Mungkin sang pacar klepek-klepek lantaran kepiawaian Andre bermain seks. Kata Andre pula, ia menetapkan peraturan tak boleh mengekang. Ruli sering dibuatnya cemburu karena petualangannya dengan gay lain. "Kalo gue, nggak mau cemburu-cemburuan," tutur lelaki urakan ini.

Andre punya perasaan suka terhadap lelaki sejak kelas II SD. Makin lama, perasaan aneh itu kian subur. Untuk mengelabui orangtuanya, ia berusaha jadi bocah bandel dengan merokok, berkelahi, dan menggoda teman wanita. Di belakang mereka, tetap saja Andre berdesir-desir menampak bocah lelaki, apalagi menyentuhnya.

Pas kuliah di perguruan tinggi di Jakarta Selatan, Andre merasa uenak tenan ketika untuk pertama kalinya berhubungan seks dengan cowok sekampus. Toh, ia masih berusaha menjadi lelaki normal. Berpacaran dengan perempuan, berhubungan seks normal, dan gonta-ganti pasangan. Tapi, ia segera menyadari, gairahnya lebih menggebu terhadap lelaki.

Dan ia tak mau berpura-pura lagi. Sebelum nempel dengan Ruli, sejak tahun lalu, ia kerap berganti pasangan gay. "Akhirnya gue putuskan menikmati hidup lebih santai sebagai gay," katanya lagi. Kendati begitu, ia tetap menjaga "rahasia" ini dari orangtuanya.

RONI, 30 TAHUN
Peran ganda

Seperti Andre, Roni (nama alias) mengaku aktivitas seks sangat penting dalam berpacaran. Bedanya, ia dan pasangannya, sebutlah Alex, bisa berperan ganda: lekong dan pewong. "Itu sih fleksibel, tergantung siapa yang duluan ngangkang," ujarnya sembari ngakak. Diakuinya, peran pewong lebih sering.dilakoninya.

Tiga bulan ini Roni, karyawan hotel, menjalin cinta dengan Alex, pegawai swasta. Mereka tinggal di rumah sederhana di Kalibata, Jakarta Selatan, yang disewa Rp 600.000 sebulan. Sebelum berpacaran dengan Alex, bungsu dari lima bersaudara ini sering gonta-ganti pasangan gay. Ketertarikan terhadap cowok dirasakan Roni sejak di SD.

Hidup serumah bersama pasangan, bagi Roni, adalah mutlak. Dengan begitu, mereka lebih leluasa melampiaskan "ser-seran" dengan meong alias beraktivitas seksual, meski tak selalu harus begitu. Sentuhan tangan dan kecup mesra juga mewarnai keseharian pasangan Roni-Alex. Setiap hendak pergi bekerja, keduanya saling mengecup kening. Roni amat menyayangi Alex. Sebaliknya, kata Roni pula, Alex amat mencintainya. Tahu dari mana? "Kelihatan nafsunya gede kalau lagi meong" begitu alasan Roni. Busyet, ada-ada saja. Aktivitas meong biasanya ngesong (oral) dan tempong (anal).

Roni mengatakan, hubungan cinta mereka dilakoni tak atraktif. Mereka juga tak punya niat mengeksposenya, apalagi sampai menikah. Mereka menyambut dingin keberanian pasangan gay lokal yang secara terbuka menyatakan menikah, atau akan menikah. "Kalo gue, nggaklah. Secara budaya, masyarakat kita belum bisa menerima itu. Biarlah seperti ini saja," kata Roni.

Sexy Man




Kata seksi mungkin identik dengan perempuan. Jika anda mendengar ‘Cewek Seksi’ mungkinyang terbayang di benak anda adalah perempuan dengan body bak biola atau gitar,mengenakan pakaian yang memperlihatkan bentuk tubuhnya itu. Mulai dari yangpanjang dan tertutup tapi ngepas di badan, sampai yang hampir-hampir telanjang.

Karena kemajuan jaman kata seksi berevolusi pada laki-laki. Saat ini tidak sulit menemukan pria-pria seksi di area publik. Taman, stasiun, mall sampai tempat yang spesifik seperti kafe dan arena hang out lainnya. Mereka memiliki bentuk tubuh ideal, perut sick pack, bokong indah, lengan berotot serta wajah yang terawat. Umumnya mereka kaum the have yang punya cukup uang untuk ke gym dan nyalon. Pakaian yang melekat di tubuhnyapun selalu up to date. Mengikuti perkembangan mode khusus untuk kaum pria.

Lelaki seksi sering mengenakan pakaian yang dapat memperlihatkan betapa bagusnya tubuh mereka. Tubuh yang membuat laki-laki berperut balon menatap iri. Kemeja tanpa pakaian dalam tak dikancingkan, tank top, t-shirt ketat, atau bahkan tanpa baju sekalian. Khusus untuk yang bertelanjang dada, ini lebih umum ditemukan di pantai atau café-café dugem.

Keseksian laki-laki inipun akan mudah kita temukan di televisi lewat iklan, sinetron, atau film. Hampir semua model iklan, bintang film atau selebritis pria memiliki tubuh proporsional. Minimal enak dilihatlah! Mereka dipakai untuk menjual produk yang memang mendukung penampilan seksi laki-laki seperti parfum, pakaian dalam, produk perawatan wajah, suplemen kesehatan sampai alat kontrasepsi. Brand image ini semakin membuat pria berperut balon iri dan mati-matian mengempeskan timbunan lemak di tubuhnya.

Seksi berasal dari bahasa inggris, sexy. Sebuah kata sifat yang artinya menggairahkan atau menggiurkan. Acuannya tentu saja pada bentuk tubuh. Ujung-ujungnya, ya masalah seks juga.

Jika anda masih sulit membayangkan lelaki seksi itu seperti apa, mungkin anda bisa membayangkan sosok Brad Pitt. Menurut pilihan Global Sex Survey 2005 yang melibatkan lebih dari 350.000 responden dari 41 negara, aktor Mr & Mrs Smith ini mendapat suara 21% dari seluruh peserta untuk kategori pria terseksi. Sedang lawan mainnya dalam film yang sama, Angelina Joeli, terpilih sebagai perempuan terseksi dengan perolehan suara 27%

Apa yang menyebabkan laki-laki berpenampilan ‘sempurna’ suka memamerkan bagian-bagian tubuhnya. Supaya perempuan tertarik, terpikat, lalu jatuh ke dalam pelukannya ? Jika ini memang alasannya, dia salah besar. Perempuan memiliki sudut pandang yang beda dalam hal titik seksi. Masih menurut Global Sex Survey 2005, perempuan menganggap mata adalah bagian tubuh pria yang paling seksi sedangkan pria memilih dada perempuan sebagai bagian tubuh perempuan yang paling seksi.

Bisa juga lelaki seksi memamerkan keseksiannya hanya untuk kepuasan batin semata. Seperti teman saya di atas. Ia merasa puas jika orang menatap kagum padanya. Memuji kesempurnaan tubuh yang dimilikinya. Sebaris kalimat yang entah itu jujur atau tidak namun bisa membuat perasaan yang dipuji melayang ke awang-awang.

Satu hal yang perlu diingat bahwa ketertarikan laki-laki itu berawal dari pandangan mata. Lelaki mudah terbakar karena penampilan luar. Mereka yang ingin menarik perhatian perempuan lewat kebagusan fisiknya bisa mendapat kejutan luar biasa. Bukan perempuan seksi yang mendekatinya, malah laki-laki yang sama macho dan seksinya. Bukan rahasia lagi kalau kaum gay sangat suka laki-laki yang mempunyai penampilan sempura.

Jadi hati-hati saja jika suatu hari anda petantang-petenteng memamerkan tubuh indah, lalu ada laki-laki lain yang menatap lekat sambil memainkan rokok di jari tangannya. Dia pasti sangat kagum pada anda. Sangat kagum!

Dikutip Oleh : (Lilis) Mahasiswa Magang Ums

Sam Mampu Melepaskan Perilaku Gay




Benih perasaan menyukai sesama jenis timbul tatkala Samurai beranjak kelas 6 SD. “Perasaan ini sama seperti anak-anak yang tertarik dengan lawan jenisnya. Dan setiap gay memiliki pengalaman yang berbeda-beda,” tutur Samurai, mantan gay yang bertobat. Setelah dipelajari, ada beberapa faktor, yang menyebabkan dia terjerumus menjadi homoseks.

“Pertama, saya banyak saudara laki-laki. Kedua, setelah saya pelajari, faktor lainnya termasuk faktor genetik dan pola asuh dalam keluarga,” kata dia. Pun, secara medis dan psikologis, lanjut dia, sudah diakui bahwa ada pengaruh faktor genetik yang mempengaruhi seseorang.

“Berdasarkan sejarah (silsilah) keluarga saya, memang ada beberapa keturunan yang mem-punyai orientasi seksual yang sejenis juga. Faktor lainnya, saat saya masih dalam kandungan, orang tua ingin menggugurkan dengan alasan sudah kebanyakan anak,” ujar dia. Jadi, secara logika dan medis, seorang anak yang dalam kandungan terkena zat-zat kimia, hal itu telah mengganggu proses perkembangan janin, termasuk orientasi seksualnya. Sama kejadiannya dengan anak autis dan masalah gizi.

“Saya menyadari kondisi mama saya saat itu dalam kondisi ekonomi sangat berat dengan 10 anak. Kemudian ibu saya, saat itu, pasti punya masalah psikologis, dengan beban harus mem-besarkan banyak anak. Nah, itu bisa mempengaruhi,” ungkap dia.
Samurai mengakui ada faktor utama yang mempengaruhi yaitu dosa. “Dosa Adam dan Hawa yang membuat dunia ini bertambah rusak,” katanya.

Dia memutuskan tidak lagi masuk dalam pergaulan homo-seksual sejak 1995. Sejak tahun itulah dia mengaku berhenti. Upaya Samurai untuk kembali menjadi pria sejati dilakukan dengan menikahi lawan jenis. Dengan sang isteri, Samurai kini punya 2 anak. Istrinya tahu bahwa dirinya berlatar belakang homoseks.

Keinginan daging
Keinginan daging seorang gay, tutur Samurai, sama seperti seorang laki-laki atau suami yang pasti tergoda ketika melihat cewek cantik dan seksi, misalnya. “Saya seperti itu juga manakala menjadi seorang gay,” kata dia. “Tapi saya meyakini bahwa mukjizat Tuhan itu ada. Dia pikul salib hingga nafas terakhir. Dan pasti Tuhan kasih kekuatan dan anugerah dalam pergumulan hidup saya sehingga membuat saya berkarya dan melayani. Ya, seperti Paulus katakan ada duri dalam daging. Atau salib yang harus kita pikul di mana kita harus menyangkal diri. Kita punya keinginan tetapi menyangkal bahwa itu harus kita lakukan,” lanjutnya.

Ketika Samurai masih homoseks, dia sempat mengalami perlakuan diskriminasi dari lingkungan. Berbeda tatkala dirinya telah menikah. Perilaku homoseks ini, ujar samurai, awalnya orang tua mungkin tidak mengetahui. Namun, saudaranya mungkin ada yang tahu. Namun, saat itu, karena komunikasi di dalam keluarga tidak baik, maka kondisi seperti ini didiamkan saja. “Jangankan masalah seks, masalah lain saja sulit dikomunikasikan, ” Tetapi, kini, ungkap Samurai, keluarga mengetahui manakala dirinya terjun dalam pelayanan LK3 (Layanan Konseling Karir dan Keluarga).

Tujuan Samurai bergelut di LK3 adalah bagaimana mengubah pa-radigma orang yang bersangkutan (homoseks) atau gereja atau keluarga untuk memahami edukasi masalah homoseksual. Khusus bagi homoseks, mereka diberi pemahaman bahwa hubungan seksual yang diakui dan diberkati oleh Tuhan hanya hubungan dengan lawan jenis.

Melangkah dengan iman
Gay, menurut Samurai, semacam gaya hidup dan sebuah identitas. Tapi banyak orang homoseksual yang tidak mau menyatakan bahwa dirinya gay. Dia hanya menyatakan bahwa dirinya adalah seorang Kristen yang sedang bergumul dalam masalah orientasi seksual.

Untuk betul-betul pulih dari perilaku homoseks Samurai, mempraktekkan iman, yakni melangkah dengan iman walaupun tidak tahu apa yang akan terjadi. Akhirnya, dia pun melangkah dengan iman untuk menikah. Artinya berjuang dengan bayar harga. Dia berhu-bungan dengan lawan jenis dengan tujuan menikah untuk memberikan fakta bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Karena menurut ilmu pengeta-huan, itu sesuatu yang mustahil. “Apalagi saya banyak baca buku sudah melewati masa-masa itu dan menikah,” katanya.

Dia berharap, dengan kejadian baru-baru ini, kita jangan menggeneralisasikan bahwa semua orang yang punya pergumulan homoseksual itu punya karakter yang sadis. “Masyarakatlah yang akan melihat apakah ada orang di luar gay yang lebih sadis dari ini,” katanya. Dia juga ingin gereja mulai terbuka untuk peduli atau menerima dan tidak phobia atau tidak terjebak dengan sifat homophobia.

Dikutip oleh : Mahasiswa Kesmas UMS

Ambisi Amsterdam Jadi Ibu Kota "Gay" Kembali




Selama beberapa dasawarsa, Amsterdam dikenal sebagai "Ibu Kota Gay" di dunia, di mana pasangan gay dan lesbian bisa berciuman dengan bebas di tempat umum, sedangkan pasangan-pasangan lokal diterima secara sosial oleh masyarakat dan menikmati kesetaraan hukum yang tidak terbayangkan di tempat lain.

Namun, rangkaian kekerasan terhadap orang-orang gay, mencoreng mahkota Amsterdam itu. Dewan Kota Amsterdam pun telah mengalokasikan dana sebesar 1,2 juta euro untuk kembali memoles mahkota tersebut.

Insiden paling terkenal terjadi pada 2005 ketika seorang tokoh gay Amerika diserang pada Hari Ratu di Amsterdam. Chris Crain adalah pemimpin redaksi majalah gay, Washington Blade. Pada waktu itu, ia sedang jalan-jalan bergandengan tangan dengan pasangannya ketika seorang pria muda meludahinya. Dalam sekejap, tujuh pria telah mengelilingi Crain, memukuli, serta menendangi wajah dan tubuhnya. Crain menggambarkan insiden tersebut di dalam blognya, http://www.washblade.com/blog/blog.cfm?blog_id=523>

"Selama saya hidup, saya tidak akan melupakan wajah-wajah para penyerang kami itu. Apa yang saya saksikan di wajah mereka lebih pada rasa jijik dan bukan kebencian, tapi itu ada, sangat menakutkan," ujar Crain.

Komunitas gay mencatat peristiwa itu. Akibatnya, dollar wisatawan gay mengalir ke tempat-tempat lain yang memilki kehidupan gay meriah, seperti Berlin dan Barcelona. Pekan ini, Dewan Kota Amsterdam meluncurkan kampanye tiga tahun senilai 1,2 juta euro untuk mengembalikan arus wisatawan.

Kode Merah Muda

Kampanye tersebut menangani persoalan dari dua sisi, kata Freek Ossel, anggota Dewan Kota Amsterdam. Kebijakan toleransi nol terhadap kejahatan karena kebencian. Dalam hal ini akan bekerja sama dengan polisi dan kehakiman yang akan menyoroti masalah keamanan. Namun, kampanye juga memusatkan perhatian pada prakarsa sosial untuk memperbaiki kehidupan orang-orang homoseksual di Amsterdam.

"Kami akan memperhatikan semua prakarsa, memberi perhatian kepada homoseksual lansia, mendorong akseptasi di bidang olahraga, meluncurkan organisasi baru. Pendek kata, bukan hanya keamanan, melainkan juga sisi masyarakat madaninya. Menurut kami, hal ini akan mengembalikan Amsterdam sebagai Ibu Kota Gay seperti dulu," kata Ossel.

Salah satu prakarsa dinamai "Kode Merah Muda", yaitu jejaring orang-orang gay di lingkungan tempat mereka tinggal. Kamera-kamera keamanan juga akan dipasang di tempat-tempat populer dengan kehidupan malamnya.

Kelompok-kelompok minoritas di Belanda tidak banyak menghormati homseksualitas, demikian dikatakan Dennis Boutkan, ketua asosiasi hak-hak gay, COC, di Amsterdam. Namun, ia menambahkan, masalahnya lebih luas lagi.

"Kelompok minoritas tidaklah positif terhadap homoseksualitas. Apa yang kami lakukan sekarang adalah memulai dialog tentang makna homosekualitas dan mencoba mendapatkan respek. Namun, saya tidak hanya bicara tentang kelompok minoritas karena tingkat penerimaan di kalangan orang Belanda sendiri juga sangat tipis."

Boutkan senang dengan kampanye yang dilakukan kota Amsterdam ini. Ia berharap hal itu akan bisa memperbaiki kehidupan orang-orang gay setempat serta menarik wisatawan gay dan lesbian ke Amsterdam. "Saya sangat yakin dengan upaya semua yang terlibat. kita akan bisa membalikkan keadaan," katanya.

Tampaknya, COC dan Dewan Kota Amsterdam mengindahkan peringatan Crain yang ditulis sesudah penyerangan itu. "Saya harap sahabat-sahabat gay di Belanda menyadari, masih terlalu dini untuk mengumumkan kemenangan dan pulang hanya karena mereka telah memenangi pertarungan legal. Merebut hati dan pikiran orang merupakan tantangan yang lebih berat."

sumber : www.kompas.com

LIVE COMMENTARY: Man United Vs Arsenal



Duel panas tim papan atas Liga Inggris antara Manchester United dan Arsenal akan berlangsung pada Sabtu (29/8) pukul 23.15 WIB. Simak aksi seru jagoan Anda, menit per menit, hanya di live commentary KOMPAS.com.
Ada kesalahan di dalam gadget ini