Salatiga Carnival Center

Salatiga Carnival Center
Sebuah event akbar tahunan WORLD CULTURE FASHION CARNIVAL..

Profil Saya

Foto saya
Salatiga, Jawa Tengah, Indonesia
I was born in Solo, December 25, 1987 from the father of Drs. Luke Suroso and Mrs. Sri Puji Lestari Hantokyudhaningsih. I grew up in a city full of culture that is the city of Solo. as the descendants of the solos even have blood from a stranger. I was born like a tiny man, weighing> 4 kg. the second child of three brothers that I tried to be a pioneer and a child who was always proud of my extended family. trained hard in terms of education and given the religious sciences until thick. I am standing upright in my life the 19th to voice the aspirations of the marginalized of LGBT in the city of Salatiga. as a new city that will be a starting point toward change and transformation that this country is a country truly democratic. soul, body and all of my life will always fight for rights of the marginalized is to get our citizen rights. Ladyboys no rights, no gay rights, no rights of lesbian, but there's only citizen rights regardless of sexual orientation and gender.

22 Juli 2008

Tentara Gay Tak Ganggu Daya Tempur

WASHINGTON - Gay masuk militer? Tidak umum memang. Meski begitu, sebuah studi menemukan, kehadiran gay di ketentaraan tidak mengurangi kemampuan tempur dan kesempatan memenangi perang.

"Studi ini menunjukkan, mengizinkan gay dan lesbian masuk militer tidak akan menimbulkan risiko apa pun atas moral, kepatuhan pada perintah, disiplin, dan kekompakan," begitu bunyi laporan penelitian yang dirilis pusat riset di California kemarin (8/7).

Penelitian tersebut dilakukan empat pensiunan pejabat militer. Salah satunya adalah seorang letnan jenderal angkatan udara yang pernah mempertanyakan kebijakan baru yang dibuat Presiden Bill Clinton pada 2003. Saat itu Clinton meminta agar orientasi seksual calon anggota militer tidak lagi ditanyakan.

Mengganggu kekompakan kesatuan memang menjadi kekhawatiran utama saat Kongres meloloskan kebijakan itu lima tahun lalu. Padahal, mereka tidak bisa begitu saja mengatakan mereka gay atau biseks.

"Dalam hal ini, yang menjadi masalah adalah keyakinan dan kepercayaan diri di antara anggota kesatuan," kata Letnan Kolonel Robert Maginnis yang pensiun pada 1993. Saat itu mereka yang punya orientasi seksual berbeda ditempatkan di lingkungan yang lebih tertutup. (AP/dia/soe)

( sumber : www.batampos.co.id )

Tidak ada komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini