Salatiga Carnival Center

Salatiga Carnival Center
Sebuah event akbar tahunan WORLD CULTURE FASHION CARNIVAL..

Profil Saya

Foto saya
Salatiga, Jawa Tengah, Indonesia
I was born in Solo, December 25, 1987 from the father of Drs. Luke Suroso and Mrs. Sri Puji Lestari Hantokyudhaningsih. I grew up in a city full of culture that is the city of Solo. as the descendants of the solos even have blood from a stranger. I was born like a tiny man, weighing> 4 kg. the second child of three brothers that I tried to be a pioneer and a child who was always proud of my extended family. trained hard in terms of education and given the religious sciences until thick. I am standing upright in my life the 19th to voice the aspirations of the marginalized of LGBT in the city of Salatiga. as a new city that will be a starting point toward change and transformation that this country is a country truly democratic. soul, body and all of my life will always fight for rights of the marginalized is to get our citizen rights. Ladyboys no rights, no gay rights, no rights of lesbian, but there's only citizen rights regardless of sexual orientation and gender.

12 Desember 2009

XL Operator Pertama di Asia Rilis BlackBerry Onyx

JAKARTA, KOMPAS.com - Hanya berselang dua minggu setelah BlackBerry Bold 9700 (Onyx) diluncurkan di Indonesia, smartphone terbaru buatan RIM (Research In Motion) Kanada tersebut akhirnya resmi dijual ke pasaran. Bahkan Indonesia menjadi negara pertama di Asia yang memasarkan Onyx.

Adalah PT Excelcomindo Pratama (XL) yang menjadi operator pertama merilis Onyx di Indonesia, Jumat (11/12/2009). Sebanyak 500 unit BlackBerry Onyx pertama rdiserahkan Jumat malam kepada pelanggan baru XL yang telah melakukan pre order sebelumnya.

"Launching BB Bold 9700 (Onyx) ni merupakan yang pertama di Asia," kata Joy Wahjudi, Direktur Commerce XL saat jumpa pers di Jakarta, Jumat sore. Ia mengatakan hal tersebut merupakan bukti bahwa pasar BlackBerry di Indonesia sangat diperhitungkan RIM.

Di mata RIM, lanjut Joy, Indonesia merupakan pasar terpenting karena pertumbuhannya yang sangat pesat. Bayangkan saja, akhir tahun 2008 baru ada sekitar 100.000 pelanggan BlackBerry di Indonesia, namun saat ini sudah mencapai sekitar 700.000 pelanggan BlackBerry XL, Telkomsel, dan Indosat.

"November lalu pelanggan BlackBerry XL mencapai 200.000. Target sampai akhir tahun 250.000 pelanggan," ujar Joy.

Menurutnya layanan BlackBerry di Indonesia punya keunikan dibandingkan negara lain karena lebih banyak segmen konsumer daripada korporat. Bahkan, kata Joy, model bisnis yang dikembangkan di Indonesia telah menjadi referensi RIM untuk merilis layanan dan produknya. Misalnya paket langganan harian, paket unlimited, dan paket prabayar yang saat ini sudah diadopsi negara-negara lain di Asia Tenggara.

Tidak ada komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini