Sebuah kehormatan dan keagungan bahwa Salatiga Carnival Center kembali digelar yang merupakan kerja sama dengan pihak panitia Gebyar Budaya Indonesia 2010. Dengan meningkatkan produktivitas dan kreatifitas generasi muda melalui fashion carnival. Tahun kedua ini bersamaan dengan digelarnya Gebyar Budaya Indonesia 2010 oleh Senat Mahasiswa Universitas Universitas Kristen Satya Wacana. Salatiga Carnival Center berkesempatan untuk tampil dan menjadi ujung tombak pembukaan acara tersebut.
SCC memasuki tahun penyelenggaran kedua, diselenggarakan di Salatiga, Jawa Tengah, Indonesia pada Hari Senin, 10 Mei 2010.
SCC mengundang media elektronik dan cetak serta fotografer Nasional maupun Internasional karena SCC merupakan acara yang unik, fantastik, spectakuler dan amazing dengan tema yang berbeda setiap tahunnya. Peserta tampil dengan kostum hasil rancangan sendiri dengan fashion run way dan fashion dance serta ditonton oleh sekitar 500 ribu orang
Tahun ini SCC akan mengangkat tema utama ,“INDONESIA HERITAGE”, yang berarti mengakat kembali kekuatan budaya Indonesia yang selalu menginspirasi fashion dunia. Dan jika ingin melihat budaya dunia tak perlu jauh untuk kita datang ke negara tersebut. Hanya di Indonesia semua budaya dunia telah ada. Selalu memberikan kesan menawan, megah, dan memukau.
SCC dipresentasikan dengan catwalk terbaik di dunia dengan panjang 2,3 KM. Dengan penataan musik jalan yang selalu membawa penonton untuk menari dan berjoget bersama. Seluruh sub tema yang akan ditampilkan merupakan cerminan perbedaan yang ada di Salatiga yang memiliki kampus terbesar dan terbaik yaitu Universitas Kristen Satya Wacana yang mendapatkan julukan sebagai Indonesia Mini. Dengan mengambil sub tema :
SUMATERA - Kekayaan Indonesia sebagai pesona yang tidak ada duanya di dunia dengan latar belakang budaya dan sejarah. SUMATERA merupakan The Land of Gold dipresentasikan dalam kesan mewah, fantastis dan monumental. Warna emas, merah, hijau, dan hitam akan mengingatkan kejayaan Indonesia pada Jaman Monarki. Dengan slogan SAVE SUMATERA.
JAWA – Kekayaan Indonesia kedua ini merupakan sebuah pulau yang padat penduduknya dengan kekhasan dan perbedaan yang mencolok. Hadir pula tarian khas Jawa yang menggunakan topeng. Jawa akan dipresentasikan bagaimana topeng Gecul yang merupakan perawakan dari punokawan yang memberikan kesan lucu, elegan, tetapi cantik.
KALIMANTAN – Kekayaan Indonesia satu ini tidak ada duanya. Sebagai inspirasi kostum yang penuh keanekaragaman burung yang selalu tampil cantik dan penuh dengan kelembutan. The Land of Khatulistiwa akan dipresentasikan bagaimana solah-polah burung yang selalu menari kesana dan kesini. Dengan kekhasan warna hitam, merah, emas yang penuh kemegahan.
SULAWESI – Kekayaan Indonesia berikutnya penuh dengan ornamen kekhasan yang selalu memukau banyak orang. Dengan wisata bahari yang dikenal dunia yaitu Bunaken membawa SULAWESI sebagai tujuan wisata dunia. Dengan mempresentasikan SULAWESI dengan rumah adat Toraja yang penuh kekhasan dan kemegahannya. Warna Merah, Hitam, dan Emas akan membawa Sulawesi sebagai pulau wisata dunia berikutnya.
BALI – kekayaan Indonesia satu ini tak boleh ditinggalkan bahwa BALI merupakan tujuan wisata kedua untuk wisatawan mancanegara setelah Hawai. Dengan budaya yang kuat, bali hadir dengan kegagahan dan kecantikan para penarinya. BALI adalah Surga Dunia juga bagi para fotografer dan peselancar dunia. Yang tak boleh ketinggalan adalah bunga kamboja yang selalu menghias di mahkota dara-dara cantik di Bali. Warna kekhasan PULAU SURGA DUNIA ini akan dipresentasikan dengan orange, merah, hitam, putih, dan keemasan.
PAPUA – Kekayaan Indonesia yang satu ini merupakan omega dan budaya terbaik Indonesia. Dengan kekhasan dan pula penuh emas. Membawa PAPUA sebagai inspirasi terbaik di Carnival kali ini. PAPUA merupakan surga bagi para wisatawan yang ingin menjelajahi budaya asli Indonesia. Warna hitam, coklat, serta kesederhanaan masyarakat papua membawanya tetap tampil megah dan memukau.
CHINA – Budaya satu ini diambil dikarenakan adanya masyarakat Indonesia yang enuh dengan keanekaragaman. Maka CHINA merupaka tema kostum tamu di karnaval tahun ini. Dengan warna kekhasan merah, hitam, emas, dan putih serta dengan ornamen yang megah mengantarkan presentasi kostum karnaval china sebagai kostum karnaval yang penuh suara dan kelincahan.
NEO HERITAGE – Merupakan tema pendukung untuk karnaval tahun ini. Neo Heritage merupakan penggabungan 7 tema sebelumnya yang selalu memberikan ciri khas megah, menawan, tetapi tetap tampil cantik. Akan dipresentaikan dengan warna hitam, emas, dan penggabungan 7 unsur budaya yang sudah ada sebelumnya.
Seluruh sub tema diatas dirancang secara bebas dan penuh kreatif dalam busana, musik, makeup, dan runway oleh 200 peserta karnaval. Selama 4 bulan lebih peserta karnaval dididik dengan cuma-cuma, melalui persiapan yang matang mulai dari kostum karnaval hingga fashion runway serta makeup yang digarap dan dirancang sendiri. Seluruh peserta yang pada umumnya tidak pernah menempuh pendidikan fashion desaign. Maka di tahun ini dengan mengangkat tema kekayaan Indonesia melalui budayanya yang sangat kental dan energik.
Kegiatan ini diharapkan cukup untuk menggugah masyarakat dunia betapa cantik dan menariknya untuk berkunjung di Indonesia.
Secara khusus Salatiga Carnival Center berterima kasih kepada seluruh media cetak maupun elektronik seta fotografer yang telah menghantarkan kami di beberapa event nasional maupun dunia seperti penutupan Q Film Festival di BOSHE VVIP Club, Yogyakarta serta Pembukaan Jogja Fashion Weeks. Dan mengucapkan banyak terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia dan jajarannya, dan kedutaan besar negara-negara tetangga, serta seluruh pimpinan pemerintah kota ataupun kabupaten di seluruh Indonedia. Tak lupa juga kami mengucapkan terima kasih dan memberikan rasa hormat sebesar-besarnya kepada Walikota Salatiga yang telah memberikan ruang kepada generasi muda untuk memajukan kotanya sendiri. Dan juga sebagai persembahan rasa hormat kami kepada Pimpinan UKSW dan SMU UKSW serta seluruh panitia Gebyar Budaya Indonesia 2010. Sebagai kebanggaan kami dapat diundang dan bergabung diacara tersebut.
Akhirnya kami mengucapkan selamat menikmati dan menyaksikan acara kami ini, semoga kasih Tuhan selalu menyertai kita. Sampai bertemu di SCC berikutnya.
Salam Budaya,
Theodurus Gary Natanael
President Directur Salatiga Carnival Center
Tampilkan postingan dengan label Salatiga Carnival Center. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Salatiga Carnival Center. Tampilkan semua postingan
05 Mei 2010
07 Oktober 2009
Singapura Berbinar oleh Karnival Batik
Saat para pemain Solo Batik Carnival (SBC) muncul ke panggung di Civic Plaza, Ngee Ann City, Orchard Road, Singapura, Sabtu (18/7), pusat perbelanjaan di kota Singa nan ramai itu seperti hendak meledak. Gelegar suara tambur massal ala musik Brasil dipadu orkestra gamelan yang didominasi suara saron (perkusi dari lempeng kuningan), bak memanggili mereka yang lalu lalang. Saat mereka tiba, mereka disuguhi penampilan sejumlah penari berbusana glamour nan unik. Wajah para penari dilukisi motif dengan warna-warni cerah ditaburi butir warna keperakan dan keemasan. Tubuh mereka, Januar, Anneke, Nining, Kwita, Uli, Asti, Ragowo, Fania, Wissyu, Suryadi, dan Novita dibungkus busana berlapis hingga menyerupai pakaian kurungan ayam orang-orang Eropa pada abad pertengahan.
Di sela pakaian yang mengembang terselip banyak sampur serta selendang batik. Kepala mereka penuh berbagai rumbai-rumbai yang mengembang bak ekor merak jantan. Demikian pula sayap-sayap kain yang kadang mereka kepakkan. Mereka mengggantung beraneka toping kayu di dahi, kepala, pinggang dan pangkal paha. Beberapa penari memasang dua bendera panji-panji di punggung mereka bak pakaian para jenderal China di era kekaisaran.
Ribuan pengunjung datang silih berganti menyaksikan penampilan SBC dengan takjub. Sebagian memilih bertahan hingga SBC selesai manggung sambil mengikuti irama musik dan menikmati gerakan tari gado-gado tradisional-kontemprorer itu. Sebenarnya rasa takjub para pengunjung ini sudah terasa sejak para penari berkostum ramai ini hadir di belakang panggung.
Puluhan juru foto dan para pengunjung berebut memotret saat mereka masih merias akhir wajah mereka. Saat mereka saling berlatih kecil merancang gerakan. Saat mereka saling merapikan kostum. Tapi pengunjung dan juru foto yang tergoda keelokan kostum mereka seperti tak peduli. Mereka tak segan menegur pemain untuk berfoto bersama dengan keluarga mereka. Dan seperti sudah terlatih, para pemain dengan ramah mengabulkan permintaan mereka dan berbaur.
Ketika para pemain mengakhiri pementasan mereka dengan datang ke tengah penonton, suasana serupa kembali terjadi. Para penonton mengepung dan berebut berfoto dengan para pemain. Sementara itu, suara orkestra tambur Brazil terus mengalun yang kadang diselingi orkestra gamelan.
Jubir SBC, Kepala Bidang Promosi dan Kerjasama Dinas Kebudayaan Pariwisata Kota Surakarta, Mufti Rahardjo mengakui, sajian SBC mengadopsi pesta karnaval yang setiap tahun diadakan di Rio De Janeiro, Brazil. Dan hasilnya memang tidak kalah heboh dengan karnival di negeri asalnya. Ia mengaku tidak sulit menyiapkan penampilan seperti ini, sebab, antusias warga Solo yang ingin terlibat SBC, tinggi, selain itu, "Solo kan sejak dulu dikenal sebagai kota kirab yang bahasa lainnya adalah karnival atau karnaval," ucapnya.
Ia menjelaskan, SBC dibentuk dengan semangat ingin membuat tag dan branding bagi industri batik Indonesia dengan mengemas seni pertunjukkan seperti disajikan SBC. Duta Besar RI untuk Singapura, Wardana menambahkan, oleh karena itu, acara promosi wisata dan produk kerajinan Indonesia yang dikemas dalam acara Enchanting Indonesia 3 ini melibatkan tiga perusahaan batik besar, Batik Danar Hadi, Batik Keris, dan Batik Semar. "Kita sudah memasuki jaman serba massal. Oleh karena itu, usaha batik tak cukup dengan kerajinan batik tulis. Harus ada industri batik yang tumbuh menjulang. Kami mau mengawalinya dari Singapura," tuturnya.
Mufti mengatakan, penampilan SBC yang kedua ini bertema topeng dengan tiga karakter, karakter panji atau ksatria, kelana atau amarah, dan gecul atau badut. "Selain berlatih di Pendapi Gedhe, Solo, dua bulan sebelum tampil, kami mengikuti lokakarya tentang cara merias diri, memilih, dan membuat kostum serta cara berbusana, berjalan, berkomunikasi dengan penonton serta menghidupkan suasana, mendalami satu diantara tiga karakter topeng," ujar Ragowo Ade yang masih kuliah di Universitas Muhammadiyah, Solo, Jawa Tengah. Tak heran, selama penampilan mereka di Enchanting Indonesia 3, mereka menjadi bintang acara. Setiap mereka melihat kamera mengarah kepada mereka, dengan spontan mereka pasang aksi bak foto model tanpa menghilangkan kesan luwes dan ramah di tengah kerumunan para pengunjung.
Masih defisit
Enchanting Indonesia 3 juga menyajikan sejumlah tarian daerah dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Jogyakarta, dan Jawa Timur. Mereka tampil dengan bermacam busana tari daerah berkualitas tinggi yang membuat pengunjung berdecak kagum. Salah satu kesenian daerah yang mendapat sambutan hangat adalah kesenian reog yang dibawakan Reog Sadupi (Duta Perdamaian Indonesia) dari Wonogiri, Jawa Tengah.
Reog yang dibentuk tahun 80-an oleh Bupati Wonogiri, Begug Purnomosidi ini, telah beberapa kali tampil di luar negeri seperti di Albert Hall, Inggris, di Belanda, Jerman dan Prancis. Menurut Jubir Reog Sadupi, Nyonya Ida Erawati, setelah Malaysia mengklaim reog sebagai kesenian tradisional Malaysia, undangan manggung ke luar negeri di kalangan kelompok kesenian reog, meningkat, termasuk undangan untuk Reog Sadupi.
Menurut Wardana, antusias masyarakat Singapura terhadap acara promosi wisata dan industri kerajinan Indonesia ini terus meningkat. Jika Enchanting Indonesia yang pertama dikunjungi 22.000 turis dalam dua hari, maka Enchanting yang kedua dikunjungi 30.000 turis. Melihat hal ini, KBRI berniat membuat acara ini menjadi acara rutin setiap tahun pada bulan Juli.
"Kami sengaja memilih lokasinya di tengah kawasan perbelanjaan agar mudah menarik minat warga atau turis asing di Singapura. Target kami meraih pasar turis menengah. Selain secara kuantitas lebih menjanjikan, pelayanannya pun lebih sederhana sehingga modal untuk menggerakkan usaha wisata bisa lebih kecil. Prinsip saya, kalau ingin mengembangkan industri, mulailah dengan segala hal yang bersifat massal. Demikian pula industri pariwisata kita," ucap Wardana.
Ia mengakui, sampai sekarang, soal perolehan devisa dari sektor ini, Indonesia masih defisit terhadap Singapura. Jika setiap tahun Singapura mampu menarik wisatawan Indonesia sebanyak 1,7 juta orang, maka Indonesia baru mampu menarik wisatawan Singapura ke Indonesia sebanyak 1,4 juta orang. Meski demikian ia mengingatkan, dari 6,6 juta turis asing yang ke Indonesia tahun 2007, 1,4 juta di antaranya berasal dari Singapura. Singapura sendiri setiap tahun mampu mendatangkan 10 juta turis asing sementara Malaysia sudah mencapai 22 juta.
Wardana berharap, industri pariwisata nasional dan sejumlah industri ikutannya bisa terdorong oleh hubungan bilateral yang baik antara Indonesia dan Singapura, sebab, bagi Indonesia, Singapura adalah kawasan strategis untuk menangguk turis dari negara lain.
27 Agustus 2009
SCC 1 - 19 April 2009
Inilah Opening SCC Showtime 1 with Salatiga Dancer Fellowship. Tetap semangat dan ditunggu event SCC Showtime berikutnya...
07 April 2009
Langganan:
Postingan (Atom)

