Jakarta, KabariNews.com - Pemerintah Amerika Serikat melalui Badan Pembangunan Internasionalnya (USAID) terus mendukung program pencegahan penyebaran virus HIV/AIDS di Indonesia.
Salah satu bentuk nyata yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat tersebut di antaranya adalah dengan meluncurkan program baru nya yang diberi nama Scaling Up for Most-at-risk Populations untuk jangka waktu lima tahun kedepan.
Proyek senilai US$ 35 juta tersebut akan memfokuskan diri di delapan provinsi di Indonesia.
Berdasarkan siaran pers yang dikeluarkan Kedutaan Besar Amerika Serikat, provinsi yang akan menjadi fokus program ini di antaranya adalah Jawa, Sumatera dan Papua.
Berikut ini isi siaran pers tersebut.
Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) hari ini meluncurkan sebuah program pencegahan HIV/AIDS yang baru untuk kurun lima tahun di Indonesia. Proyek yang diberi nama Scaling Up for Most-at-risk Populations merupakan bagian dari upaya Pemerintah AS senilai 35 juta dollar AS untuk membantu Pemerintah Indonesia mencegah penyebaran HIV/AIDS. Proyek ke-dua yang fokus pada peningkatan kapasitas LSM bagi HIV/AIDS juga akan diumumkan. Kedua proyek ini akan dijalankan secara terpadu dan kemitraan dengan Pemerintah Indonesia di bawah naungan Rencana Aksi Strategis Nasional bagi HIV/AIDS untuk 2010-2014. Proyek ini akan dipusatkan di delapan provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Riau, Sumatra Utara, Papua dan Papua Barat, dan DKI Jakarta.
Tampilkan postingan dengan label HIV/AIDS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HIV/AIDS. Tampilkan semua postingan
21 April 2010
06 Oktober 2009
Situasi KPAP, KPAK, ARV di Sumatera Barat pasca gempa 7,6SR
30 September 2009 pukul 17:16 WIB telah terjadi gempa berkekuatan 7,6 SR yang berpusat di Kab. Padang Pariaman. Gempa juga dirasakan di Kota Padang dan sekitarnya. Gempa tidak hanya merusak bangunan tetapi juga menelan banyak korban jiwa. Kami (sekretaris – dr. Winarti Saibi, PP – Arfen Drinata, PA – Susy Herawaty KPAP Sumbar) dalam keadaan sehat dan selamat dalam kejadian gempa ini. Kantor KPAP Sumbar yang berkantor di gedung santel lt.2 kantor gubernur keadaannya dalam keadaan rusak – dinding menuju kantor retak dan pecah, jika hari hujan lantai kantor menjadi basah karna palfon yang bocor. Namun semua peralatan kantor selamat dan telah di bawa ke rumah ibu sekretaris untuk menghindari penjarahan dan kejadian yang tidak terduga lainnya.
Untuk KPA Kota Padang, yang berada di gedung DKK Padang dalam keadaan rusak berat dan tidak bisa ditempati lagi. Satu set komputer (CPU, Komputer, Printer) hilang/ belum di temukan. Ibu sekretaris – dr. Asni Bustami, PP – Verawaty Chaidir, PA – Widya Lestari dalan keadaan sehat dan selamat. Untuk bangunan rumah anggota sekretariat KPAP, KPAK Padang, kerusukan terjadi pada rubuhnya pagar, dinding yang retak dan jebol.
Untuk KPAK Bukittinggi dan anggota sekretariat dalam keadaan sehat dan selamat.
Untuk persediaan ARV di RS Dr. M. Djamil Padang masih tersedia untuk 2 (dua) bulan ke depan. Obat berada di gudan farmasi - gedung dan staff obat selamat. Namun beberapa bagian rumah sakit ini dalam keadaan rusak berat dan ambruk. Diantara gedung yang ambruk adalah, pusat jantung regional, gedung rawat inap ambun pagi, gedung rawat jalan (tempat klinik VCT berada). Dr. Armen - dokter yg dilatih CST selamat dalam gempa. Beliau memiliki rekap data pasien ART. Karna adanya kerusakan pada klinik VCT - tempat resep ARV bagi kawan ODHA, Informasi untuk pemberian resep ARV di kota Padang akan segera saya lebih lanjut.
Selain RS M.Djamil Padang, rumah sakit rujukan AIDS lainnya - RS Dr. Ahmad Mochtar Bukittingi masih dapat memberikan layanan seperti biasa termasuk ARV. Kawan-kawan dan anggota Jothi Sumbar, KDS, PKBI Sumbar, Pelangi Andalas Group masih dilindungi Tuhan YME.
Sementara ini saya bergabung dengan relawan PKBI Sumbar, LPA Sumbar, untuk aktivitas tanggap darurat. Adapun kegiatan yang juga akan dikembangkan difokuskan untuk program Wasan (water sanitation), Trauma Healing untuk anak dan remaja, dan program Paket Pelayanan Awal Minimum (PPAM) Kespro dalam kondisi krisis, termasuk HIV.
Monhon maaf saya tidak bisa di hubungi di nomor simpati 08126722026, karena saya kehilangan HP pada saat gempa terjadi. Jika Bapak, Ibu, dan kawan-kawan ingin memberi bantuan untuk masyarakat yang terkena dampak, saya siap membantu dan bisa menghubungi saya di nomor esia 0751-993 9936.
Hingga hari minggu pukul 10:00 WIB telah terjadi 433 gempa susulan berskala kecil – 3 hinga 4SR. Terakhir, gempa yang cukup dirasakan terjadi pada hari Senin pukul 19:51Wib dengan kekuatan 5,1SR.
Mohon doa bapak, ibu, dan kawan-kawan semua agar kondisi ini cepat pulih seperti semula dan kami semua mampu melawati ujian ini. Terima kasih.
Arfen Drinata - PP KPAP SB
KPA Provinsi Sumatera Barat
Gedung Santel Lt. 2
Kantor Gubernur Sumatera Barat
Jl. Jend. Sudirman No. 51, Padang - Sumatera Barat
Tel: 0751-827 5838
Fax: 0751-35930
e-mail: kpaprovsumbar@ yahoo.co. id
Untuk KPA Kota Padang, yang berada di gedung DKK Padang dalam keadaan rusak berat dan tidak bisa ditempati lagi. Satu set komputer (CPU, Komputer, Printer) hilang/ belum di temukan. Ibu sekretaris – dr. Asni Bustami, PP – Verawaty Chaidir, PA – Widya Lestari dalan keadaan sehat dan selamat. Untuk bangunan rumah anggota sekretariat KPAP, KPAK Padang, kerusukan terjadi pada rubuhnya pagar, dinding yang retak dan jebol.
Untuk KPAK Bukittinggi dan anggota sekretariat dalam keadaan sehat dan selamat.
Untuk persediaan ARV di RS Dr. M. Djamil Padang masih tersedia untuk 2 (dua) bulan ke depan. Obat berada di gudan farmasi - gedung dan staff obat selamat. Namun beberapa bagian rumah sakit ini dalam keadaan rusak berat dan ambruk. Diantara gedung yang ambruk adalah, pusat jantung regional, gedung rawat inap ambun pagi, gedung rawat jalan (tempat klinik VCT berada). Dr. Armen - dokter yg dilatih CST selamat dalam gempa. Beliau memiliki rekap data pasien ART. Karna adanya kerusakan pada klinik VCT - tempat resep ARV bagi kawan ODHA, Informasi untuk pemberian resep ARV di kota Padang akan segera saya lebih lanjut.
Selain RS M.Djamil Padang, rumah sakit rujukan AIDS lainnya - RS Dr. Ahmad Mochtar Bukittingi masih dapat memberikan layanan seperti biasa termasuk ARV. Kawan-kawan dan anggota Jothi Sumbar, KDS, PKBI Sumbar, Pelangi Andalas Group masih dilindungi Tuhan YME.
Sementara ini saya bergabung dengan relawan PKBI Sumbar, LPA Sumbar, untuk aktivitas tanggap darurat. Adapun kegiatan yang juga akan dikembangkan difokuskan untuk program Wasan (water sanitation), Trauma Healing untuk anak dan remaja, dan program Paket Pelayanan Awal Minimum (PPAM) Kespro dalam kondisi krisis, termasuk HIV.
Monhon maaf saya tidak bisa di hubungi di nomor simpati 08126722026, karena saya kehilangan HP pada saat gempa terjadi. Jika Bapak, Ibu, dan kawan-kawan ingin memberi bantuan untuk masyarakat yang terkena dampak, saya siap membantu dan bisa menghubungi saya di nomor esia 0751-993 9936.
Hingga hari minggu pukul 10:00 WIB telah terjadi 433 gempa susulan berskala kecil – 3 hinga 4SR. Terakhir, gempa yang cukup dirasakan terjadi pada hari Senin pukul 19:51Wib dengan kekuatan 5,1SR.
Mohon doa bapak, ibu, dan kawan-kawan semua agar kondisi ini cepat pulih seperti semula dan kami semua mampu melawati ujian ini. Terima kasih.
Arfen Drinata - PP KPAP SB
KPA Provinsi Sumatera Barat
Gedung Santel Lt. 2
Kantor Gubernur Sumatera Barat
Jl. Jend. Sudirman No. 51, Padang - Sumatera Barat
Tel: 0751-827 5838
Fax: 0751-35930
e-mail: kpaprovsumbar@ yahoo.co. id
23 Juli 2008
DISKUSI TENTANG KOMUNITASIKU

Suatu hal yang bukan baru dalam diriku menjadi pembicara sebuah diskusi, seminar, ataupun speak out forum. Hari itu aku dihubungi oleh ketua Yayasanku untuk menemaninya menjadi pembicara pada sebuah fiksi ( nonton film dan diskusi ) yang diselenggarakan oleh bidang I HIMASOS ( Himpunan Mahasiswa Sosiologi ) UNS. Dengan sebuah tema Gay dalam Menanggulangi HIV/AIDS. Memang saat itu aku tidak membicarakan tentang HIV/AIDS, melainkan tentang kehidupan seorang gay yang aktif dalam program penanggulangan HIV/AIDS. Saat itu aku diboombardir banyak sekali pertanyaan-pertanyaan tentang siapa aku dan bagaimanakah aku sebagai seorang gay yang bergerak dan hidup dalam keadaanku sekarang ini. Sebuah pertanyaan diberikan kepada diriku tentang pandangan agama dan keluargaku tentang keadaanku sebagai seorang gay. Aku memang saat itu belum mempersiapkan materi yang baik dan pas untuk diskusi itu. Tetapi hal yang baru aku dapatkan bahwa aku bisa menjadi bagian dari mereka. Aku bersyukur bisa mengenal mereka semua tanpa terkecuali, walaupun aku sudah lupa nama mereka.
---------------------
Hidup sebagai pemimpin gay membuatku semakin harus mengisi kegiatan sebagai public speaker di beberapa radio. Dan hal itu aku lakukan di radio komunitas mahasiswa UKSW. Saat itu memang temanya tentang HIV/AIDS, IMS, dan Budaya Penggunaan Kondom di kalangan mahasiswa. Tetapi dikarenakan saat itu, mahasiswa sebagai pendengarnya sudah banyak tahu tentang aku maka banyak pertanyaan yang melalui sms tentang statusku sebagai seorang gay. Banyak hal baru yang harus aku jawab dan aku kemukaan tentang pendapatku sebagai seorang akademisi.
-------------------------
Beritaku untuk kesekian kalinya dimuat dalam sebuah Koran local tentang statusku sebagai seorang gay yang memperjuangkan hak-hak dasar seorang gay. Seorang wartawan siang itu menghubungiku untuk melakukan wawancara tentang perjuanganku dan komunitasku. Saat itu aku sedang berada di luar kota. Dan akhirnya aku melakukan wawancara pada minggu berikutnya. Dan akhirnya pada hari berikutnya beritaku masuk dalam Koran local. Dan banyak hal yang aku dapatkan. Banyak yang masuk untuk berkenalan dan sempat juga ada seorang lelaki yang menghubungiku untuk kencan bersama dan ada juga yang minta ML bareng bahkan ada juga yang melakukan perdebatan dengan dalil-dalil agamanya. Mungkin seperti apa sich tulisan beritanya, bacalah di Berita dan Pro Kontra LGBT-Q. Bahkan Koran local itu tidak hanya satu kali melakukan wawancara dengan aku untuk aktivitasku. Setiap pertemuan yang aku buat, Koran local ini melakukan pemberitaan yang selalu memihak pada komunitasku.
---------------------------
Berita pro kontra diriku dan komunitasku termuat dalam Koran kampus yang juga diterbitkan dalam dua versi, yaitu di media cetak dan media online. Di media online diberikan sebuah wadah untuk menjawab dan memberikan komentar atas pernyataanku yaitu gay bukan penyakit dan gay bukan dosa. Memang apa yang di muat di situ adalah benar tentang pernyataan yang aku buat bukan untuk popularitas diriku ataupun komunitasku tetapi tentang apa yang aku pikir dan sudah aku lakukan untuk orang lain. Untuk menjawab semua hal yang aku buat dalam berita itu aku akan tuliskan semua.
Apa yang anda baca dan anda komentari tentang gay bukan penyakit dan gay bukan dosa adalah benar itu adalah pernyataan yang aku buat saat wawancara dengan seorang coordinator liputan dari Koran kampus tersebut. Mengapa dan kenapa aku membuat pernyataan yang mungkin akan membuat orang semakin melakukan diskriminasi terhadap diriku dan komunitasku. Karena aku dan komunitasku lahir di dubia ini bukanlah sebuah pilihan, melainkan titah Tuhan. Terlahir sebagai laki-laki atau perempuan, adalah semata-mata kehendak-Nya. Demikian jugaa halnya dengan ke`gay`anku. Ini adalah kodrat dan sebuah garis yang harus aku jalani dari Tuhan. Tetapi kenapa aku dan komunitasku selalu dilecehkan dan dianggap nista bahkan perlu dimusnahkan?
Langganan:
Postingan (Atom)
